Minggu, 22 Agustus 2010

Tanda Tanya

berita datang petang itu, sesaat usai masjid mendendangkan suara-suara ketuhanan.
singkatnya saya harus kembali lagi ke Semarang, lagi-lagi untuk menghadapi ketidakpastian.
Ya, kepastian yang hakiki adalah ketidakpastian itu sendiri.

Selain mati. kepastian dalam kehidupan adalah "ketidakpastian". setiap saat dan dimana saja selalu bertemu dengan ketidakpastian, seperti menghantui saja yang namanya tanda tanya itu!

tapi seperti kata Soe Hok Gie dalam sebuah puisinya:
"Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya. Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah."

Soe Hok Gie adalah sosok yang sudah meracuni saya dengan bermacam kata kritis yang jarang diterapkan banyak pemuda. Berontak, Nekad, Berani, Jujur, Bersih. setidaknya deretan kata itu yang sering muncul ditulisan-tulisan Gie.

Berontak untuk memberangus kekolotan "Kaum Tua" yang seringkali tak paham bahwa jaman sudah banyak beralih dari keadaan saat beliau muda. mereka tak sadar bahwa kemerdekaan lahir karena pemuda yang memaksa "Cak Karno" agar sesegera memproklamirkan kemerdekaan bangsa ini dan pemuda pula yang berani membongkar benteng kokoh keseragaman orde baru yang membungkam kebebasan berekspressi.

sayangnya, dijawa, pemuda terikat hukum fardhu ain untuk menghormati keputusan kaum tua.
kalau sudah begini cukup sukar untuk berani berontak dengan institusi orang-orang tua, sekali lagi kita katakan dengan pelan "yang kolot!"

"orang bodoh kalah dengan orang pintar dan orang pintar kalah dengan orang Nekad."
saya merasa sudah cukup nekad dalam mengambil keputusan untuk menghadapi kesulitan dari orang nekad pula. termasuk keputusan saya pindah keSemarang beberapa hari saja usai lulus sekolah. (untuk ukuran mantan pelajar yang masih labil ini bisa dibilang kenekadan kerdil)
ke'nekad'an bukan berarti tak berbatas, Nekad berguna untuk memilah dan memilih sesuatu yang runyam didalam pikiran.
Nekad tidak perlu lagi dialog!

Jujur dan Bersih adalah bahasa vertikal yang tegak lurus dengan langit bukan bahasa horisontal yang biasa digunakan manusia. itu sebabnya sangat amat jarang ada manusia berperilaku Jujur dan Bersih.
sampai-sampai aktos senior Pong Harjatmo membuat "grafiti" tiga kata yang salah satunya ada kata Jujur untuk menekankan betapa pentingnya kejujuran itu.

yah, paling tidak kita masih bisa jujur bahwa dihidup ini kita selalu bertemu dengan tanda tanya yang mendorong untuk tidak jujur.

"hadapi.. hadapi.. hadapi....!!"
saya mendengar itu dari batin saya, saya harus kembali menghadapi tanda tanya.

Rabu, 11 Agustus 2010

angka satu

JALANG!
batinku teriak melampiaskan kekalahan untuk kedua kalinya. aku tak kalah melawan lawanku tapi aku kalah melawan skenario tuhan saja.

***

apa yang kalian tahu tentang skenario tuhan? pasti tidak ada, itu sebabnya agamawan menyerukan berjuang keras untuk kehidupan bersama.
memang, saya tak memungkiri kebaikan tangan tuhan (walaupun sebetulnya saya tak bisa memastikan tuhan memiliki tangan atau tidak) karenanya saya ada dimuka dunia ini. aku ada karena didalam diriku adalah tuhan, "manunggaling kawulo lan gusti"
tapi bukan karena itu saya tak berani menggugat tuhan!
dengan niat yang tidak jahat, kita boleh saja menggugat.

"hey Jibril, biarkan aku menembus dimensi yang kau jaga. agar aku bisa mendemonstrasikan perasaan, berupa pesan gugatan hidup"

***

Tuhan adalah alam semesta, dia berbahasa dengan apa yang ada disekitar mahkluknya.
aku mencoba meraba-raba tentang apa maksudnya melahirkanku menjadi anak pertama dari pasangan orang tuaku.

begini rabaanku:
dalam sebuah keluarga, anak kesatu adalah penyanggah masa depan dan tempat bersandar anak-anak selanjutnya.
hal ini yang membuat persimpangan jalan yang panjang di dalam pikiranku. apakah aku harus mengikuti jalanku sendiri yang belum tentu dapat menjadi tempat bersandar ataukah aku harus mengikuti jalan mereka yang mampu meminimalisir kesalahan yang sebetulnya aku tak tahan berada di jalan itu?.
aku seperti puing ditengah emosi kota besar.

didalam urut-urutan numerikal, angka satu berada dipunggung angka nol.
nol dapat berarti kosong dan sunyi. sekali lagi, ini cara tuhan mendeskripsikan skenario hidup seseorang.
adalah bahwa: aku harus melewati kesunyian didalam diri, menembus diri lebih dalam dan mencari angka satu digundukkan tulang rusuk.
begitulah kesulitan anak kesatu untuk menemukan angka satu.

satu sisi aku terlihat jantan dalam hal ini, tapi sebenarnya aku juga memiliki perasaan peka yang seringkali tak tahan mencari semua ini.
ada hal yang membuatku membara lagi, rahim bumi (ibu) dan langit sore (bapak) menjadi pendorong kuat untukku mencari diri, mencari satu, menemu hidup.

"Tuhan, aku bersiap merentangkan tubuh dimeja jagad raya untuk menyatu denganmu kembali.
mewujudlah didalam batinku, aku dan engkau adalah satu."

SING NULIS

Foto Saya
pria diatas sempat bercita-cita menjadi penyanyi tetapi cita-cita itu pupus setelah di caci maki dan di sumpah-serapahi oleh jutaan pasang kuping saat dia bernyanyi di WC sekolah. sekarang, pria diatas sedang melaksakan perjalanan sunyi.

Social Icons

Pages

 

© 2013 berkata bebas dan membebaskan kata-kata. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top