Kamis, 27 Mei 2010

19 Tahun

sembilan belas.
adalah angka yang nampaknya selalu menempel di otak saya beberapa hari yang lalu, tak kenapa-napa hanya saja angka itu memberi saya tanda tanya besar.
Apa yang saya capai sampai sembilan belas tahun berada di dunia ini?

saya tak bisa menjawab pertanyaan dari pikiran saya sendiri, semakin saya berpikir apa yang saya berikan kepada orang lain dan apa yang saya dapat dari perbuatan saya semakin saya merasa mengecil dari tahun-ketahun. singkatnya TIDAK PUAS!

saya belum merasakan pencapaian klimaks dalam hidup ini.

***

ini adalah pertama kalinya untuk sekian kalinya saya melewati tanggal 27 mei berada diluar kota Surabaya.
yaitu berada di sebuah kota ditengah padatnya pulau Jawa, Semarang.

ada yang sudah membaca koran hari ini?
bagi yang belum saya beritahu sekarang:

DiSemarang, Polisi mensiagakan ratusan pasukan Anti Huru-Hara di pusat-pusat keramaian kota hanya untuk mengamankan jalannya pesta ulang tahun saya. masih kurang heboh?
tidak berhenti disitu, Tim JIHANDAK (Penjinak Bahan Peledak) KODAM IV DIPONEGORO SEMARANG-pun dikirim untuk menjaga stabilitas dirumah saya.
sebab, beberapa hari sebelumnya salah satu personil GEGANA POLRI mencurigai tamu undangan yang memberikan kado berupa bom yang berdaya ledak tidak besar tapi berdampak sampai radius 270 meter.

bom ini menyebabkan orang sulit bernafas, kejang perut dan pingsan jika daya tahan tubuhnya lemah.
dalam dunia medis bom seperti ini diyakini berasal dari reaksi kimia yang membentuk sebuah gas bercampur dengan bakteri, dan menurut saya yang notabene bertindak sebagai ahli Ngawurnologi (ilmu ngawur dan se'enaknya) bom ini biasa saya sebut kentut.


hal selanjutnya adalah melihat peta hidup.
ya, betul!. bagi saya peta hidup sangat penting, bahkan untuk hal yang sangat jauhpun sudah saya rencanaan mulai hari-hari yang lalu, misalnya menikah, saya sudah punya tahun yang menurut saya tepat (sebenarnya sih, nggak laku-laku)

pun, masih sangat saya perlukan untuk belajar mencintai semua mahkluk hidup dan melatih diri untuk tidak disukai orang lain.
karena saya percaya betul, walaupun didunia ini tidak ada agama tapi jika setiap penghuni bumi menerapkan konsep ilmu "Cinta-Kasih dan kemanusiaan" saya yakin dunia ini akan baik-baik saja dan tidak mudah ditelan dengan issue-issue kehidupan yang memaksa manusia menghabiskan waktunya berendam dalam kubangan lumpur masalah.

begitulah, hari ulang tahun saya yang ke-sembilan belas tahun ini.
berbeda dengan kenyataannya hari jadi saya ini sangat biasa.

tak lupa pula untuk semua orang yang mengucapkan "selamat ulang tahun" kepada saya. saya ucapkan "matur suwun sanget" (terima kasih banyak) terutama orang yang pertama mengucapkannya, yaitu orang yang biasa saya panggil Ibu.

SING NULIS

Foto Saya
pria diatas sempat bercita-cita menjadi penyanyi tetapi cita-cita itu pupus setelah di caci maki dan di sumpah-serapahi oleh jutaan pasang kuping saat dia bernyanyi di WC sekolah. sekarang, pria diatas sedang melaksakan perjalanan sunyi.

Social Icons

Pages

 

© 2013 berkata bebas dan membebaskan kata-kata. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top