Kamis, 04 Maret 2010

seminggu sebelum Semarang

seminggu sebelum semarang
seminggu sebelum pergi
seminggu sebelum kembali
seminggu sebelum bertemu
seminggu sebelum berpisah
seminggu sebelum berhari-hari



mungkin, kamis esok aku tak nampak lagi di kota yang sering dinilai sebagai kota yang keras. Surabaya.
dan itu yang membuat saya merasa risau.

saya masih ingat, pikiran saya melayang mengingat kenangan menembus batas-batas ruang walaupun saya sadar saat itu masih terduduk disebuah bus ekonomi.
Tugu Muda nampak jelas di sebelah saya, seolah ia bergerak menampar wajah saya untuk berhenti melamun, berhenti mengingat-ingat masa lalu dan berkata:

"kamu tak di Surabaya lagi, kamu ada di disini, dikota ini, kota asem kang arang-arang"

minggu depan akan kutilik kembali engkau
tugu muda yang pongah ditengah jalan



* ditulis dengan pikiran risau
** foto diculik dari sini

Senin, 01 Maret 2010

bersakit-sakit dahulu bersusah-susah kemudian

dibawah ini adalah sekelumit kisah tentang pencarian jati diri, pencarian pekerjaan, pencarian calon istri dan segala macam pencarian.
semuanya dapat dibaca hanya dengan membayar sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah.

pelamar: pak disini bener perusahaan "X" ya? yang butuh pekerja baru ya?
satpam: ohh.. benerr.. tapi penerimaan pegawai tidak disini! ini kantor satpam!
pelamar: ohh.. maaf.. saya kira ini warung remang-remang..

pelamar: bu.. saya mau melamar..
sekretaris perusahaan: apa!? kamu mau melamar saya!!!
pelamar: bukan bu.. saya nggak suka ibu-ibu..
sekretaris perusahaan: jadi kamu rasa saya sudah tua dan gak kuat kawin? emm.. maksud saya nggak kuat kerja!?
pelamar: bukan bu.. ibu masih cantik.. tapi sayang giginya rompal.

pelamar: permisi..
pemimpin: kamu mau ngamen ya? kok pake permisi!?
pelamar: bukan pak.. saya mau melamar..
pemimpin: ngelamar saya!? saya memang homo, tapi pilih-pilih!!
pelamar: (mengumpat pelan) asu!
pemimpin: saya denger kamu tadi bilang apa? belum berkerja sudah berani minta minum! susu lagi!
pelamar: bukan pak..
pemimpin: jadi kamu nggak minta susu!? trus minta apa? lemon tea? atau mix sex? ohh.. maksud saya milk shake?
pelamar: teh hangat saja
pemimpin: kamu pikir ini warung pinggiran!

pelamar: begini pak..
pemimpin: jadi kamu mau ngajak beginian?
pelamar: bukan begitu pak..
pemimpin: ah! sama saja! mau beginian atau begituan saya tidak akan mau!
pelamar: saya mau melamar pekerjaan pak..
pemimpin: kamu lulusan apa?
pelamar: teknik pemesinan pak
pemimpin: mesin apa!? mesin jahit! jahit apa? jahit mulut!?
pelamar: bukan pak..
pemimpin: mesin apa? mesin cuci!? cuci apa? cuci mulut!?
pelamar: mesin bubut
pemimpin: bubut apa? bubut mulut!?

pemimpin: mana, saya lihat ijazah kamu.
pelamar: ngapain bapak minta jenazah saya?
pemimpin: ijazah! bukan hafizah! ohh jenazah!
pelamar: (menyodorkan ijazah)
pemimpin: hmm.. weton kamu apa?
pelamar: lho.. saya mau kerja di bagian teknik, bukan pembuat beton.
pemimpin: kamu budeg ya?
pelamar: saya nggak suka gudeg pak.

pemimpin: kamu diterima kerja
pelamar: terima kasih pak..
pemimpin: tapi inget kerja disini nggak boleh telat
pelamar: saya in cowok pak, nggak bakalan telat.
pemimpin: kerja disini ada aturannya
pelamar: apa saja pak?
pemimpin: nggak boleh merokok kecuali atasan, nggak boleh makan waktu kerja kecuali atasan, nggak boleh ngobrol waktu kerja kecuali atasan, nggak boleh tidur kecuali atasan.
pelamar: atasan itu siapa pak..
pemimpin: (memandang ke atas) itu lihat! tikus!

pemimpin: itu yang gantungan dileher kamu apa?
pelamar: ini flashdisk pak..
pemimpin: ihh.. anak sekarang.. kudis kok dipake hiasan. kalau yang disaku kamu itu apa?
pelamar: ini kamera digital pak.. biar saya bisa motret kejadian dan di upload ke blog.
pemimpin: apa!? kamu bilang saya goblok! kamu saya pecat sebelum kerja!!!
pelamar: bukan pak.. blog! bukan goblok.
pemimpin: lho, kamu ngejek saya goblok sudah dua kali! kamu saya pecat tanpa pesangon!

pelamar: (beranjak keluar ruangan dengan badan lemas tanpa tulang)
pemimpin: ehh.. tunggu yang dikantonng kamu itu tadi apa?
pelamar: ini kamera digital
pemimpin: ngapain kamu bawa-bawa alat vital!? dikantongin lagi!
pelamar: kamera digitalllll pakk!!
pemimpin: ohh.. kamera.. yang bisa buat foto underwear itu ya? ohh maksud saya underwater.

lalu si pelamar kembali menuju parkiran dan mengambil motornya..

satpam: sukses mas?
pelamar: suskses panen! panen ocehan!
satpam: sabar mas.. ada pepatah "dunia ini pake kolor"
pelamar: hahh..??
satpam: kayaknya nggak gitu ya? "dunia tak selebar daun kelor" maksudnya
pelamar: ohh.. iya emang enak kalo di traktir kerak telor.

satpam: itu motor keluaran baru ya mas?
pelamar: iya
satpam: yang pake sistim inject itu ya?
pelamar: iya, ini lagi saya injek-injek!



*ditulis dalam keadaan setengah gila.
** berdoalah seusai membaca, semoga anda tidak tertular dengan penyakit setengah gila ini.

 

© 2013 berkata bebas dan membebaskan kata-kata. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top