Selasa, 28 Desember 2010

Apa Yang Kita Cari?

Selasa, Desember 28, 2010

Terdengar bapakku mengaung ditengah rimba, ibuku berlari mendatangi.
mereka, sepasang manusia berwujud singa dan macan melahirkanku diujung dunia membekaliku sepasang taring demi menghadapi dunia manusia.

Saya bukan manusia, saya lebih percaya bahwa saya binatang.
kaki saya melangkah orang-orang menghindar, saya bicara mereka memotong telinga, saya diam dicap gila.

Temanku kesunyian yang berkarat, musuhku dunia yang biasa dicibir 'bangsat!'.
di dunia itu, dengan mata elang saya melihat orang-orang menangis mengemis di perempatan-perampatan, seorang ibu menjerit menatap anaknya bekerja sampai mati, sang bapak lumpuh ditempeli penyakit-penyakit.
APA YANG KITA CARI?

Apakah hanya jabatan yang ada ataukah pembunuhan mental yang diciptakan
APA YANG KITA CARI?!!

***

Pernah pada sebuah hari ketika saya masih biasa berseragam putih-merah saya bertanya tak jelas pada siapa "untuk apa saya lahir?, kenapa saya dilahirkan?"
waktu itu saya memang masih kecil, jadi apa yang saya renungkan hampir semua tak terjawab.
setiap malam saya memikirkannya, pelajaran-pelajaran SD saya tinggalkan.
KENAPA?! APA YANG KITA CARI?!!

Beranjak dewasa saya merasa bahwa lulus sekolah bukan untuk mencari kerja dan tidak pernah ada guru sekolah saya berkata bahwa sekolah berguna untuk mencari kerja sekolah adalah tempat menerima transfer ilmu. Saya rasa kita hidup bukan hanya keluar dari rahim, belajar mengunyah nasi, berjalan tertatih, bersekolah, lulus mencari kerja, menikah beranak-pinak lalu mati dan ditangisi banyak orang.
LANTAS, APA YANG KITA CARI?

Pernah disebuah instansi yang saya lamar untuk bekerja menolak, hati saya hancur saya tak tau apa-apa. Dunia pekerjaan saya datangi dengan wajah yang masih benar-benar hijau.
Dan pertanyaan masa kecil muncul seperti ingatan yang represif, "untuk apa saya lahir?, kenapa saya dilahirkan?" di sela itu ibu saya menelpon, dengan suara lembut saya mendengar suara tuhan muncul dari mulut ibu saya. Karena tak tahan pelan-pelan saya merasakan ujung mata saya pecah. saya tak tahan, air suci menetes halus di pipi saya. diujung telepon sana ibu saya menyenandungkan bait-bait yang pernah saya tulis ketika didalam rahim.

Saya renungkan kembali makna kehadiran manusia, untuk apa sebernarnya diciptakan?.
setiap manusia memiliki kelebihan berpikir meninggi dan merendah. berpikir tinggi adalah berpikir menggunakan otak, sedang berpikir merendah adalah berpikir menggunakan hati.
Otak saya tak mampu menjangkau renungan saya sendiri jadi saya putuskan untuk memakai hati. berpikir serendah-rendahnya.

hidup, tugas dalam hidup adalah "menghidupkan"
ya, itu jawaban yang rasa tepat. hidup bukan untuk mencari pekerjaan atau belajar tentang cara berumah tangga yang baik saja. hidup adalah menghidupkan orang lain. adanya garis kasta kaya dan miskin adalah peluang untuk menghidupkan orang diatas atau dibawah derajat kita.
APA YANG KITA CARI?
kita tidak mencari apa-apa, karena tugas kita bukan mencari tetapi menghidupkan.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

1 komentar:

PAk RUDI DI SEMARANG mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di šŸ£PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBALšŸ£

 

© 2013 berkata bebas dan membebaskan kata-kata. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top