Kamis, 26 November 2009

apakah ini?

bilang saya pemurung, sebut saya penyendiri boleh saja. tapi saat ini, untuk saat ini saja...
biarkan saya sendiri...

merangkai tentang sesuatu, apa yang kurasa saat ini adalah jenuh. apa itu jenuh? secara serampangan bisa saya jelaskan bahwa jenuh adalah bosan dan bosan adalah jenuh.

sepertinya ada sebuah garis imaji besar di dalam otakku, tetapi anehnya aku tak tahu apa kepastian itu, semua resah di diri masih kuajak untuk mencari jawaban pasti.
bilang saya pemurung, sebut saya penyendiri boleh saja. tapi saat ini, untuk saat ini saja biarkan saya sendiri...

jenuh. satu kata yang saat ini saya rasa
jenuh. satu kata yang sekian kalinya mampir di diri saya.

tak seperti biasanya
saat bulan mencapai di atap-atap rumah saya hanya berkawan sebuah buku bukan sedang berkumpul dengan orang-orang seperti yang dulu-dulu saya lakukan saat malam datang.
sekarang juga sudah mulai malas berbincang atau sekedar berhaha-hihi sesuatu dengan siapapun.
penyakitkah ini?
bisa sembuhkah ini?
bilang saya pemurung, sebut saya penyendiri boleh saja. tapi saat ini, untuk saat ini saja biarkan saya sendiri...

saat jenuh yang kulakukan adalah menyendiri, karena sampai saat ini teman terbaik bagiku adalah sendiri, bukan tak suka bergaul atau tak mau berkawan tapi...
bilang saya pemurung, sebut saya penyendiri boleh saja. tapi saat ini, untuk saat ini saja biarkan saya sendiri...

walau belum ada yang dapat mevisualisasikan apa itu jenuh? tapi benarkah ini jenuh? apakah ini rindu? kalau benar ini rindu, katakan harus pada siapa aku rindu?.
mungkin benar ini hanya sebuah rasa jenuh.
rasa yang kulewati dengan sebuah buku, rasa yang kulewati dengan menyendiri

bukannya acuh dengan keadaan, bukannya tak mau tahu dengan sekitar.

bilang saya pemurung, sebut saya penyendiri boleh saja. tapi saat ini, untuk saat ini saja
biarkan saya sendiri...

Sabtu, 21 November 2009

venice van java

seorang anak SD datang merengek memohon untuk dibelikan sepatu baru kepada ibunya, sang ibu hanya acuh meninggalkan anaknya menangis di balik badan pintu.

sang ibu tidak memperdulikan rengeka anaknya yang semakin menjadi, dia masih sibuk di dapur dan tertegun melihat isi panci yang tak matang-matang

"kampret! kompornya lupa dinyalain!" si ibu menggerutu.
namun si anak masih tetap menangis.

"sudah diam! ibu bosan mendengar tangisanmu yang fals luar biasa! besok ibu akan membilakanmu sepatu baru. kamu minta merk apa?"

si anak berpikir sejenak sambil mengusap ingusnya yang agak-agak asin
"emmm.. nokia 6030 aja bu!"

keesokannya..
"bu saya mau berangkat sekolah, mana sepatu barunya?"

"itu ada dipojokan pintu"

si anak menghampiri sepatu dengan gembira, matanya berbinar, hidungnya kembang kempis sampai upil-upilnya keluar semua.
"bu sepatunya bagus banget, keren, temen-temen pasti pada ngiri"
sang ibu menjawab dengan senyuman kecil.

sesampai disekolah si anak hanya terkucil dan ditertawakan disana-sini
"sepatumu kok gede banget, kalo dibuat jalan kayak si komo yang sering bikin macet jakarta"

"ini ibuku yang beli"

"bego! ini sepatu katak! buat berenang di empang! bukan buat sekolah!" temannya memberitahu dengan mimik menghina.

"namanya juga inovasi" si anak menjawab enteng

"kamu ini dibilangi tahu apa enggak sih?

"nggak ahh.. aku tempe aja..."

***

WALHI yang salah satu dari sekian banyak pemerhati lingkungan hidup memprediksi pertandingan antara manchester united dengan persija namun prediksi ini dianggap ceroboh karena "ketemu MU disini aja kena teror bom apalagi main bola! bisa disunat satu-satu tuh pemin MU"

kembali WALHI meprediksi bahwa jakarta akan tenggelam pada tahun 2030 jika tidak memperhatikan keseimbangan ekologis.

terbukti dengan adanya ruang terbuka hijau yang ada sekaran gtinggal 9,6 %. dan setiap tahun tanah di jakarta menurun mulai 5-10 cm.

jika benar jakarta akan banjir besar, saya menghimbau untuk menjadikan jakarta menjadi tempat wisata saja. kok bisa?

kalau bandung terobsesi dengan paris van java, apa salahnya untuk melantik jakarta menjadi "vanice van java"

silahkan membuat gondola sebanyak-banyaknya, dan suruh para pengamen perempatan buat menghibur diatas gondola

sambil menyelam minum anggur, sambil naik gondola dengerin pengamen nyanyi, sambil mengevakuasi korban banjir bisa nikmati venice van java.


Senin, 09 November 2009

SURABAYA (2) VS INGGRIS (1)

mungkin bagi manusia terlalu egois untuk memikirkan masa lalu yang belum selesai, terlalu malas untuk menilik hal-hal di masa lampau. karena hal itu selalu dianggap mengurangi waktu untuk menegakkan time is money.

otak kita semakin sulit untuk menerawang 50 tahun yang lalu
mata kita sudah tak sanggup meneropong sejauh 5 tahun yang lalu
ingatan kita sudah kocar-kacir untuk menceritakan kembali berita 5 hari yang lalu.

***

sejak tanggal 1 september 1945 bendera merah putih harus dikibarkan diseluruh penjuru nusantara.
diberbagai tempat, susul-menyusul dikibarkan bendera merah dan putih, tetapi adalah masalh kecil yang membesar di sebuah hotel yang bernama Yamato.

saat itu hotel Yamato telah diduduki oleh pasukan sekutu inggris. inggris berniat mengembalikan indonesia untuk menjadi tanah jajahan kembali karena belanda adalah bagian dari sekutu.

dengan dukungan itu, sebagian orang belanda kembali mengibarkan benderanya dibawah naungan W.V.Ch ploegman pada tanggal 18 september 1945 tanpa perizinan dari pemerintah RI wilayah Surbaya.
jelas. hal ini membuat amarah pemuda (arek-arek suroboyo) klimaks dan tak terbendung untuk segera menurunkan bendera merah-putih-biru.

tak lama kemudian datang residen sudirman untuk berunding dengan pihak belanda agar segera menurunkan bendera belanda. namun ploegman menolak (ternyata diplomasi lemah negara ini sudah ada sejak dulu) hal ini semkin membuat pemuda surabaya bergerak mengmbil lngkah taktis dengan menerobos masuk ke hotel yamato dan naik ke atas untuk menurunkn bender merah-putih-biru lalu merobek bagian birunya dan dikibarkan kembali menjadi merah-putih.

pada tanggal 30 oktober 1945 brigadir Mallaby datang melintas di jembatan merah dengan mobil buick, sesaat datang milisi surabaya untuk mencegat mobil tersebut dan terjdilah tembak menembak yang akhirnya brigadir Mallaby tewas di hari itu.

Mayor Jendral Mansergh (pengganti Mallaby) menjtuhkan ultimatum. dalam ultimatum disebutkan para petinggi pejuang dan semua orang indonesia yang memiliki senjata harus melapor dn meletakkan senjtanya ditempat yang telah ditentukan lalu menyerahkan diri dengn batas waktu sampai pukul 06:00 tanggal 10 nopember 1945.

ultimtum tersebut ditolak oleh indonesia karena waktu itu Republik Indonesia baru saja diproklamsikan.
pada 10 nopember 1945 pagi. tentara inggris melkukan serangan besr-besaran dengn mengerahkn 30.000 pasukan serdadu, 50 pesawat terbang dan sejumlah kapal perang.

hujan bom terjadi di surabaya dengan memakan ribuan korban, namun semngat untuk mempertahankan kemerdekan tak patah disitu, para ulama seperti KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah mengerahkan santri-santrinya, juga gerakan dri pemuda-pemuda yng dipelopori oleh Bung Tomo.

peristiw bersimbah darah tersebut akhirnya berevolusi menjdi perlawn seluruh bangsa Indonesi untuk mengusir penjajah. banyaknya pejuang yang gugur maka di hari itulh di kenng sebagai hari pahlawan, hari bersimbah darah, hari anak kehilangan bapaknya, hari yang tak cukup di kenang hnya dengan upacara dipagi hari, hri yang tak cukup disambut dengan spanduk-spanduk.

hari ini ada karena adanya masa lalu
jangan biarkan sejarah dibelokkan oleh waktu
jangan biarkan keegoisan kita melupakan sejarah yang telah dibangun dengan merahnya darah pejuang.

 

© 2013 berkata bebas dan membebaskan kata-kata. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top