Senin, 09 November 2009

SURABAYA (2) VS INGGRIS (1)

Senin, November 09, 2009

mungkin bagi manusia terlalu egois untuk memikirkan masa lalu yang belum selesai, terlalu malas untuk menilik hal-hal di masa lampau. karena hal itu selalu dianggap mengurangi waktu untuk menegakkan time is money.

otak kita semakin sulit untuk menerawang 50 tahun yang lalu
mata kita sudah tak sanggup meneropong sejauh 5 tahun yang lalu
ingatan kita sudah kocar-kacir untuk menceritakan kembali berita 5 hari yang lalu.

***

sejak tanggal 1 september 1945 bendera merah putih harus dikibarkan diseluruh penjuru nusantara.
diberbagai tempat, susul-menyusul dikibarkan bendera merah dan putih, tetapi adalah masalh kecil yang membesar di sebuah hotel yang bernama Yamato.

saat itu hotel Yamato telah diduduki oleh pasukan sekutu inggris. inggris berniat mengembalikan indonesia untuk menjadi tanah jajahan kembali karena belanda adalah bagian dari sekutu.

dengan dukungan itu, sebagian orang belanda kembali mengibarkan benderanya dibawah naungan W.V.Ch ploegman pada tanggal 18 september 1945 tanpa perizinan dari pemerintah RI wilayah Surbaya.
jelas. hal ini membuat amarah pemuda (arek-arek suroboyo) klimaks dan tak terbendung untuk segera menurunkan bendera merah-putih-biru.

tak lama kemudian datang residen sudirman untuk berunding dengan pihak belanda agar segera menurunkan bendera belanda. namun ploegman menolak (ternyata diplomasi lemah negara ini sudah ada sejak dulu) hal ini semkin membuat pemuda surabaya bergerak mengmbil lngkah taktis dengan menerobos masuk ke hotel yamato dan naik ke atas untuk menurunkn bender merah-putih-biru lalu merobek bagian birunya dan dikibarkan kembali menjadi merah-putih.

pada tanggal 30 oktober 1945 brigadir Mallaby datang melintas di jembatan merah dengan mobil buick, sesaat datang milisi surabaya untuk mencegat mobil tersebut dan terjdilah tembak menembak yang akhirnya brigadir Mallaby tewas di hari itu.

Mayor Jendral Mansergh (pengganti Mallaby) menjtuhkan ultimatum. dalam ultimatum disebutkan para petinggi pejuang dan semua orang indonesia yang memiliki senjata harus melapor dn meletakkan senjtanya ditempat yang telah ditentukan lalu menyerahkan diri dengn batas waktu sampai pukul 06:00 tanggal 10 nopember 1945.

ultimtum tersebut ditolak oleh indonesia karena waktu itu Republik Indonesia baru saja diproklamsikan.
pada 10 nopember 1945 pagi. tentara inggris melkukan serangan besr-besaran dengn mengerahkn 30.000 pasukan serdadu, 50 pesawat terbang dan sejumlah kapal perang.

hujan bom terjadi di surabaya dengan memakan ribuan korban, namun semngat untuk mempertahankan kemerdekan tak patah disitu, para ulama seperti KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah mengerahkan santri-santrinya, juga gerakan dri pemuda-pemuda yng dipelopori oleh Bung Tomo.

peristiw bersimbah darah tersebut akhirnya berevolusi menjdi perlawn seluruh bangsa Indonesi untuk mengusir penjajah. banyaknya pejuang yang gugur maka di hari itulh di kenng sebagai hari pahlawan, hari bersimbah darah, hari anak kehilangan bapaknya, hari yang tak cukup di kenang hnya dengan upacara dipagi hari, hri yang tak cukup disambut dengan spanduk-spanduk.

hari ini ada karena adanya masa lalu
jangan biarkan sejarah dibelokkan oleh waktu
jangan biarkan keegoisan kita melupakan sejarah yang telah dibangun dengan merahnya darah pejuang.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

2 komentar:

no name mengatakan...

suroboyo rek!

ichanx mengatakan...

merdeka!!!!!!

 

© 2013 berkata bebas dan membebaskan kata-kata. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top