Sabtu, 03 Januari 2009

A HIDDEN HISTORY OF ZIONISM

Sabtu, Januari 03, 2009

sudah saatnya berhenti melihat, sudah saatnya mulai bergerak, entah itu dengan harta, tenaga atau do'a
aku menulis ini bukan karena latah dengan media yang memberitakan hari-hari ini di palestina mendapat tekanan yang teramat berat
ganas beringas zionis menyerang, lantang teriak menyerukan penindasan
jerit, tangis pilu, air mata bersimbah darah, laksana doping untuk akumulasi genocida palestina

pemberontakan rakyat palestina dilakukan secara damai dengan cara turun ke jalan , namun aksi turun ke jalan ini hanya ditangggapi dengan terjangan timah panas.
karena semua jalan telah dirasa buntu, mereka mulai nampak "putus asa". semua hal yang mereka lakukan tidak ditanggapi. mulai dari pelemparan batu-batu sampai melemparkan tubug mereka sendiri (bom unuh diri)akibat dari aksi-aksi bom bunuh diri seperti ini palestina telah dituding sebagai "terorris"
di sisi lain, sebagai anggota masyarakat dunia dari PBB dan "sang adi kuasa" yang ironisnya justru melihat dengan kaca mata israel.

tujuan zionisme bukan hanya untuk mengeksploitasi penduduk pribumi tapi juga membuang mereka hanya untuk mengganti penduduk pribumi dengan pemukim baru (exspansi)

sekilas penyiksaan........
para tahanan ditempatkan pada kotak-kotak yang dibangun secara khusus dengan lebar hanya "DUA KAKI" dan tinggi "LIMA KAKI" dengan paku-paku tajam diletakkan dilantainya, perlakuan kejam termasuk pemukulan dalam waktu yang
lama di penjara sudah umum di penjara dan tempat tahanan israel
"from time immemorial"
sebuah bayi yang tak mengerti apa-apa harus menangis darah, mereka menjerit ketakutan, mereka berlari tanpa tujuan, tidak ada kata berhenti
BERHENTI SEJENAK BERARTI MATI !!!


isolasi sadisme.... (sebuah wujud pengasingan atau pembunuhan)
dibawah undang-undang yang berlaku, pengasingan tidak dipandang sebagai hukuman. dalam kenyataannya hanya sedikit orang yang bisa bertahan di sel dengan panjang 1 meter dan lebar 2,5 meter selama 23 jam sehari dalam waktu 
berbulan-bulan

sejak kapan manusia menjadi binatang ?
sejak kapan manusia saling menikam  ?


pemuda telah kenhilangan harapan bahwa israel akan memberika hak-hak mereka, mereka merasa negara-negara arab tidak mampu melakukan apapun, mereka merasa PLO (palestina liberation organization) telah gagal menciptakan sebuah lilin penerang.

apa ini yang dinamakan kebenaran dimata manusia ?
dalam hal ini kebenaran adalah sebuah fatamorgana


*artikel ini berdasarkan tulisan seorang direktur pelaksanaan yayasan Perdamaian Bertrand Russel  RALPH SCHOENMAN dan berbalut pandangan seorang "pelajar" bagus al haqq

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

1 komentar:

boykesn mengatakan...

saya disini hanya bisa prihatin, menyampaikan rasa berduka untuk Palestina...semoga tragedi kemanusiaan ini takkan pernah terjadi pada bumi pertiwi kita. Indonesia.

 

© 2013 berkata bebas dan membebaskan kata-kata. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top